Skip to main content

Nikmati Puisi Cinta Ciptaan Khalil Gibran

puisi cinta kahlil gibran

Karya dari Khalil Gibran memang tidak lekang oleh waktu. Walaupun sang pemilik penulis sudah lama meninggal tapi hasil karyanya masih bisa di nikmati hingga sekarang. Salah satu karya khalil gibran banyak di gemari di Indonesia adalah puisi-puisi cintanya.

Siapa sih sebenarnya Khalil Gibran itu?

Kahlil Gibran adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat. Salah satu karyanya yang sangat tenar adalah sebuah buku yang berjudul The Prophet.

Baca Juga:  Nyatakan Perasaanmu lewat 25+ Puisi Cinta Romantis ini Dijamin Baper

Semua karya Khalil Gibran berbahasa inggris dan sudah ada juga versi terjemahan bahasa Indonesia nya. Dan kali ini kami akan share puisi cinta karya Khalil Gibran yang melegenda dalam terjemahaan bahasa Indonesia, silahkan baca hingga ahir.

Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Dilan 1990/1991 bikin Gebetan Anda Klepek-klepek

Puisi Cinta Gerimis  Khalil Gibran


Dan bergemarailah gerimis senja.

Mengalunkan gema sendu dalam hatiku.

Karena gerimis serupa dengan dirimu.

Ia begitu cantik. Ujung kakinya melentik-lentik mengecup Bumi. Bak bidadari dengan tarian terindah yang dimilikinya. Dan suaranya renyai di telingaku. Membangunkan kenangan masa silam dulu: indah tak terungkapkan kalimah syahdu.

Gerimis turun lagi.
Seringan kapas di telapak tangan sang angin.
Maka begitu pula dengan kerinduan dan cintaku
Ia perlahan-lahan turun memenuhi dada
Ke alam nirwana jiwaku dibawa.

Kekasihku. Marilah di senja nan indah ini kita letakan segala keresahan sepanjang hari. Tubuh ini telah letih merawat sawah dan ladang. Kini telah tiba waktu untuk merawat cinta kita.

Betapapun setiap waktu berjumpa denganmu, jiwa ini merindukan jenak-jenak kemesraan. Duduklah setenang mungkin. Akan kubuatkan untukmu segelas teh hangat.

Kekasihku. Duduklah mesra di sampingku. Tidak kau ingin bercerita tentang masa-masa lalu, ketika berdua kita bekerja di bawah gerimis? Di ladang milik kita yang dipenuhi hamparan masa depan?

Masa-masa penuh keindahan. Betapa indahnya kukenangkan ketika butir-butir hujan membasahi pipi cantikmu. Sambil memetik setangkai gandum kau tersenyum memandangku.

Aku merasakan jiwa ini dicurahi kasih sayang tiada bertepi. Beribu-ribu malaikat seolah turun menaburi kita berdua dengan cinta serta kasih.

Masa-masa sulit seperti itu bukannya tanpa keindahan. Justru di sanalah beribu kenangan tersimpan. Menjadi bahan cerita untuk kita berdua.

Puisi Cinta Gibran: Pohon Cinta  Khalil Gibran


Tubuhku begitu letih. Perjalanan panjang ini melelahkan jiwa. Detak-detak jantung terasa lemah.

Aku belum lagi sampai ke negeri nenek moyangku ketika akhirnya tubuh terjatuh lemah tiada berdaya.

Di bawah rindang sebatang pohon yang tiada kuketahui namanya, aku menghirup wewangian yang tak pernah kukenali sebelumnya.

Lalu semilir angin berhembus dalam kelembutan paling sempurna. Membuat pikiranku melayah-layah; mataku terkatup; bibirku terbungkam. Tetapi telingaku sayup-sayup mendengar gema suara.

Suara itu amat lantang. Serupa sastrawan yang mendeklmasikan puisi cinta di hadapan para bidadari. Teramat sendu. Namun semarak penuh warna.

Lalu tiba-tiba aku terhenyak. Kilatan cahaya menyambar mataku. Dan bagaikan tersihir kekuatan gaib, mataku terbelalak dengan hati tertegun; terpesona keanggunan yang terhampar di hadapanku.

Seorang perempuan muda berdiri dengan begitu gagah. Cahaya wajahnya memancarkan keberanian dan ketangguhan.

Dan kudengar ia membacakan puisi cinta di bawah cahaya rembulan malam.

"Cinta lebih indah dari puisi para manusia;
lebih  dalam daripada samudra;
dan lebih luas dari tujuh petala langit dunia.

"Dengarlah wahai manusia! Pohon cinta hanya tumbuh di hamparan jiwa yang disuburkan kebajikan; pohon yang tinggi menjulang dalam keabadian.

"Akar-akarnya menghujam kuat ke perut bumi sedangkan tangkai-tangkainya adalah buah bernama kebahagiaan.

"Daun-daunnya adalah guratan yang dijalin oleh tangan ketulusan sejati. Dan apabila tiba waktunya, ia akan gugur ke pelukan bumi dengan cara yang paling indah."

Dengan rona yang sedih tiba-tiba suaranya terdengar parau.

"Tetapi engkau telah kehilangan cinta, sahabatku.  Engkau menyangka itu adalah cinta, padahal sekedar keinginan tuk memiliki. Kau menyebutnya cinta padahal hanyalah keegoisan yang memaksa orang lain agar menuruti kemauanmu.

"Engkau kehilangan cinta. Engkau juga kehilangan mahligai bahagia."
Aku mencoba mendengarkannya lebih seksama. Namun suaranya lambat laun semakin pelan. Hingga akhirnya tak sepatah katapun yang dapat kutangkap oleh kedua telingaku.

Kemudian secara tiba-tiba aku tersadar dari alam bayangan. Tubuhku duduk di bawah pohon nan rindang, tetapi hatiku tak dapat berteduh sebab pohon cintaku hampir layu.

Kahlil Gibran “sayap-sayap patah


Apabila cinta memanggilmu,,ikutilah dia walau jalannya berliku-liku.

dan apabila sayapnya merangkummu pasrahlah serta menyerah,walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..

Kuhancurkan tulang-tulangku,tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berprtualang.

Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan di pisahkan diujung bumi, namun jiwa ada ditangan cinta terus hidup sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada tuhan.

Jangan menangis kekasihku, janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta ,hanya cinta yang indah kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan,pahitnya kesedihan,dan duka perpisahan.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat dikatakan kayu kepada api yang menjadikannya abu,

aku ingin mencintaimu dengan sederhana,seperti isyarat yang dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikanya tiada.

Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau dalam kehidupan ini,pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.

Apa yang telah kucintai laksana anak kini tak henti-hentinya aku mencintai, dan apa yang ku cintai kini, akan ku cintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai, dan tak akan ada yang akan mencabut diriku dari padanya.

Kemarin aku sendirian disini kekasih, dan kesendirianku sebengis kematian. Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara,didalam pikiran malam. Hari ini aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan diatas lidah hari.dan ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata , sebuah desakan dan sekecup ciuman.

Wahai langit tanyakan padanya,

mengapa dia menciptakan sekeping hati ini ,begitu rapuh dan mudah terluka.saat dihadapkan dengan duri-duri cinta.

begitu kuat dan kokoh, saat berselimut cinta  dan asa.

mengapa dia menciptakan rasa syang dan rindu didalam hati ini,mengisi kekosongan didalamnya
menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih,

menimbulkan segudang tanya,menghimpun berjuta asa,memberikan semangat, juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira.

mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa, menghimpit bayangan, tak berdaya melawan gejolak yang menerpa.

wahai ilalang, pernahkah kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini,? Mengapa kau hanya diam. Katakan padaku sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini,sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali.

Desiran angin membuat berisik dirimu,seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku, aku tak tau apa maksudmu,hanya menduga.

bisikan mu mengatakan ada seseorang dibalik bukit sana menunggumu dengan setia,menghargai apa arti cinta.hati yang terjatuh dan terluka, merobek malam menoreh seribu duka, kukepakan sayap-sayap patah ku mengikuti hembusan angin yang berlalu menancapkan rindu disudut hati yang beku, dia retak hancur bagai serpihan cermin,, berserakan sebelum hilang diterpa angin.

sambil terduduk lemah ku coba kembali mengais sisa hati bercampur baur dengan debu, ingin ku rengkuh ku gapai kepingan hati hanya bayangan yang kudapat.

ia menghilang saat matahari turun dari peraduannya, tak sanggup ku kepakan kembali sayap ini ia telah patah tertusuk duri-duri yang tajam, hanya bisa meratap,,meringis,, mencoba menggapai sebuah pegangan.

Sumber: https://microgist.blogspot.com dan https://arifinada.wordpress.com

Nah itulah ulasan mengenai Puisi Cinta Khalil Gibran yang melegenda, Semoga bisa bermanfaat ya. Dan Kunjungi terus caricara.web.id untuk puisi cinta lainya.
Admin
Diposting oleh: DhedyKurnia Seorang yang menyukai Dunia Teknologi, Internet dan Search Engine Optimization.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar